Madura United Bawa Lokalitas Madura, Player Escort Sakera dan Marlena Curi Perhatian

Beranda>Berita>Madura United Bawa Lokalitas Madura, Player Escort Sakera dan Marlena Curi Perhatian
Madura United Bawa Lokalitas Madura, Player Escort Sakera dan Marlena Curi Perhatian
Tim Utama8 September 2026By Tim Media Madura United FC

Laga perdana Madura United di Super League 2026/2027 tidak hanya menghadirkan pertandingan sepak bola. Atmosfer pembuka kompetisi di kandang Laskar Sape Kerrab juga diwarnai dengan nuansa lokalitas Madura.

Salah satunya melalui keterlibatan anak-anak sebagai player escort yang mengenakan pakaian adat Madura, yakni Sakera dan Marlena. Kehadiran mereka menjadi daya tarik tersendiri sekaligus upaya mengenalkan budaya Madura melalui sepak bola.

Bagi anak-anak yang terlibat, kesempatan tersebut tentu menjadi pengalaman yang berkesan. Salah satunya dirasakan Anindita Silvina Anggriawan. 

Bocah berusia enam tahun itu terpilih menjadi player escort saat Madura United menghadapi Persijap Jepara di Stadion Gelora Madura Ratu Pamelingan (SGMRP) Pamekasan, Minggu (6/9/2026).

Bagi Anindita, kesempatan turun ke lapangan dan mendampingi para pemain sebelum pertandingan dimulai menjadi pengalaman yang membanggakan sekaligus tak terlupakan.

“Sangat senang,” ujarnya.

Orang tua Anindita, Silvia Intan Herdyaleni, juga mengaku bangga melihat putrinya mendapat kesempatan menjadi player escort pada pertandingan perdana Madura United di kandang musim ini. 

“Sebagai orang tua tentu kami bangga karena Anindita menjadi player escort pertama di laga home pekan pertama yang secara regulasi diterapkan pada musim kompetisi 2026/2027,” ungkapnya.

Tidak hanya memberikan pengalaman berharga bagi anak-anak, kehadiran player escort dengan mengenakan pakaian adat Madura juga mendapat apresiasi dari orang tua.

Silvia mengapresiasi Match Organizing Committee (MOC) dan manajemen Madura United yang tetap mengedepankan unsur lokalitas dalam penyelenggaraan pertandingan.

Menurutnya, penggunaan pakaian adat Madura oleh anak-anak yang menjadi player escort menjadi salah satu cara untuk memperkenalkan budaya lokal kepada masyarakat yang lebih luas. Sepak bola, kata dia, dapat menjadi wadah yang efektif untuk mengenalkan kekayaan budaya Madura.

“Kami mengapresiasi MOC dan manajemen Madura United yang senantiasa mengedepankan lokal, salah satunya dengan mengenalkan baju adat Madura. Tentunya ini akan semakin dikenal melalui wadah sepak bola,” tuturnya.

Dilansir dari: Kabarmadura.id


SEBAR:
Tim Media Madura United FC

Tentang Tim Media Madura United FC

Tim yang bertanggung jawab dalam membangun citra dan komunikasi klub Madura United FC
Lihat semua berita dari Tim Media Madura United FC